Model Pembelajaran Scramble ✨

 Hai guys kembali lagi, Hallo! Assalamu'alaikum semuanya 🥰 

Kali ini saya mau bahas lagi salah satu metode pembelajaran yang inovatif nih, dan pasti cocok banget sebagai inspirasi model pembelajaran bagi para pendidik.

Kali ini kita akan bahas Metode pembelajaran Scramble, hmm apasih itu yuk kita bahas😉✨

2.1  Pengertian Model Pembelajaran Scramble

Model pembelajaran adalah pola yang digunakan sebagai pedoman dalam merencanakan pembelajaran di kelas maupun tutorial. Model pembelajaran dapat didefinisikan sebagai kerangka konseptual yang melukiskan prosedur sistematis dalam mengorganisasikan pengalaman belajar untuk mencapai tujuan belajar. Model pembelajaran berfungsi sebagai pedoman bagi para perancang pembelajaran dan para guru dalam merencanakan aktivitas belajar mengajar.

Scramble merupakan model pembelajaran yang mengajak siswa untuk menemukan jawaban dan menyelesaikan permasalahan yang ada dengan cara membagikan lembar soal dan lembar jawaban yang disertai dengan alternatif jawaban yang tersedia. Scramble dipakai untuk jenis permainan anak-anak yang merupakan latihan pengembangan dan peningkatan wawasan pemikiran kosakata. Melalui pembelajaran scramble siswa dapat dilatih berkreasi menyusun kata, kalimat, atau wacana yang acak susunannya dengan susunan yang bermakna dan mungkin lebih baik dari susunan aslinya.

Model scramble merupakan metode yang berbentuk permainan acak kata, kalimat, atau paragraf. Metode ini mengharuskan untuk menggabungkan otak kanan dan otak kiri. Dalam metode ini, peserta didik tidak hanya diminta untuk menjawab soal, tetapi juga menangkap dengan cepat jawaban soal yang sudah tersedia namun masih dalam kondisi acak. Ketepatan dan kecepatan berpikir dalam menjawab soal menjadi salah satu kunci permainan model pembelajaran scramble.

 

2.2  Teori Pendukung Model Pembelajaran Scramble

Model pembelajaran scramble mengutamakan peran aktif peserta didik dalam pembelajaran untuk membangun proses berfikir peserta didik sehingga peserta didik lebih berfikir kreatif. Hal ini sejalan dengan teori belajar behavioristik.

Menurut teori behavioristik, belajar adalah perubahan tingkah laku sebagai akibat dari adanya interaksi antara stimulus dan respon. Dengan kata lain, belajar merupakan bentuk perubahan yang dialami peserta didik dalam hal kemampuannya untuk bertingkah laku dengan cara yang baru sebagai hasil interaksi antara stimulus dan respon. Dalam teori ini yang terpenting adalah masukan atau input yang berupa stimulus dan keluaran atau output yang berupa respons.

Langkah-langkah   pembelajaran   yang   berpijak   pada   teori behavioristik meliputi:

a)     Menentukan tujuan-tujuan pembelajaran

b)     Menganalisis lingkungan kelas yang ada saat ini termasuk mengidentifikasi pengetahuan awal siswa

c)     Menentukan materi pelajaran

d)     Memecah materi pelajaran menjadi bagian kecil-kecil, meliputi pokok bahasan, sub pokok bahasan, topik, dsb

e)     Menyajikan materi pelajaran, dapat berupa pertanyaan baik lisan maupun tertulis, tes atau kuis, latihan, atau tugas-tugas

f)      Mengamati dan mengkaji respons yang diberikan siswa

g)     Memberikan penguatan ataupun hukuman

h)     Memberikan stimulus baru

i)      Mengamati dan mengkaji respons yang diberikan siswa

j)      Memberikan penguatan lanjutan atau hukuman

 

2.3  Tahapan-Tahapan Model Pembelajaran Scramble

Langkah-langkah yang dilakukan dalam menerapkan model pembelajaran scramble menurut Hanafiah dan Suhana (2009:53) adalah:

1.     Guru menyajikan materi sesuai dengan topik yang dikaji.

2.     Guru membagikan lembar kerja yang telah dipersiapkan.

3.     Siswa menulis urutan kata atau gambar sehingga menjadi jawaban yang tepat dan mencocokannya pada pertanyaan yang sesuai.

4.     Guru melakukan penilaian, baik dikelas maupun dirumah. penilaian dilakukan berdasarkan seberapa cepat siswa mengerjakan soal dan seberapa banyak soal yang dikerjakan yang benar.

5.     Guru memberikan apresiasi dan rekognisi kepada peserta didik yang berhasil, dan memberi semangat kepada peserta didik yang belum cukup berhasil menjawab dengan cepat dan benar

 

Langkah – langkah pembelajarannya kooperatif tipe scramble menurut Shoimin (Patty, 2015:3) adalah :

1.     Persiapan

Pada tahap ini guru menyiapkan bahan dan media yang akan digunakan dalam pembelajaran. Media yang digunakan berupa kartu soal dan kartu jawaban yang telah diacak sedemikian rupa. Guru menyiapkan kartu-kartu sebanyak kelompok yang telah dibagi. Guru mengatur hal-hal yang mendukung proses belajar mengajar misalnya mengatur tempat duduk sesuai kelompok yang telah dibagi ataupun memeriksa kesiapan siswa belajar dan sebagainya.

2.     Kegiatan inti

Kegiatan dalam tahap ini adalah setiap kelompok melakukan diskusi untuk mengerjakan soal dan mencari kartu soal untuk jawaban yang cocok. Sebelumnya jawaban telah diacak sedemikian rupa.

3.     Tindak lanjut

Kegiatan tindak lanjut tergantung dari hasil belajar peserta didik.

 

 

 

 

 

 

2.4  Kelebihan dan Kekurangan Model Pembelajaran Scramble

Kelebihan Model pembelajaran scramble diantaranya:

1.     Model pembelajaran scramble memungkinkan siswa untuk saling belajar sambil bermain. Mereka dapat berkreasi sekaligus belajar dan berpikir.

2.     Selain membangkitkan kegembiraan melatih keterampilan tertentu metode scramble juga dapat memupuk rasa solidaritas dalam kelompok.

3.     Materi yang diberikan melalui salah satu metode permainan biasanya mengesankan dan sulit untuk dilupakan.

4.     Sifat kompetitif dalam metode ini dapat mendorong peserta didik berlomba – lomba untuk maju

Kekurangan pada model pembelajaran scramble adalah :

1.     Pada pembelajaran ini terkadang sulit dalam merencanakannya karena terbentur dengan kebiasaan siswa belajar.

2.     Terkadang dalam mengimplementasikannya, memerlukan waktu yang panjang sehingga guru sulit menyesuaikan dengan waktu yang telah ditentukan.

3.     Selama kriteria keberhasilan belajar ditentukan oleh kemampuan peserta didik menguasai materi pelajaran, pembelajaran ini akan sulit diimplementasikan guru.

 

2.5  Penerapan Model Pembelajaran Scramble dalam Matematika

Langkah-langkah pembelajaran scramble materi lingkaran :

1.     Persiapan

Pada tahap ini guru menyiapkan bahan dan media yang akan digunakan dalam pembelajaran lingkaran. Media yang digunakan berupa kartu soal mengenai sub bab dalam materi lingkaran SMA kelas 2 dan kartu jawaban (berupa rumus-rumus lingkaran, misalnya dari rumus persamaan lingkaran, kedudukan titik terhadap lingkaran, kedudukan garis terhadap lingkaran, persamaan garis singgung lingkaran) yang telah diacak sedemikian rupa. Guru membuat kelompok menjadi beberapa kelompok  sehingga guru harus menyiapkan kartu-kartu sebanyak kelompok yang telah dibagi. Guru mengatur hal-hal yang mendukung proses belajar mengajar misalnya

mengatur tempat duduk sesuai kelompok yang telah dibagi ataupun memeriksa kesiapan siswa belajar dan sebagainya.



2.     Kegiatan inti

Kegiatan dalam tahap ini adalah setiap kelompok melakukan diskusi untuk mengerjakan soal dan mencari kartu soal untuk jawaban yang cocok. Sebelumnya jawaban telah diacak sedemikian rupa oleh guru sehingga peserta didik harus mencocokkan mana jawaban yang benar untuk kartu soal yang telah dibagikan.

3.     Tindak lanjut

Kegiatan tindak lanjut tergantung dari hasil belajar peserta didik.


Kesimpulannya


Setiap metode pembelajaran memiliki kelebihan, kekurangan, dan karakteristik masing-masing jadi pandai-pandainya guru bisa mencocokkan materi dan model pembelajaran dengan inovatif, kreatif dan menyenangkan sehingga pembelajaran akan terasa lebih menyenangkan, siswa pun ikut aktif dan lebih tertarik untuk menerima pembelajaran, sekian dari saya terima kasih atas segala perhatiannya, mohon maaf atas segala kesalahan tulisan atau yang lainnya. 

Sampai jumpa!! Wassalammualaikum 🥰

Comments

Popular posts from this blog

Model Pembelajaran CTL✨

Model Pembelajaran Mind Mapping✨