Model Pembelajaran Open-Ended✨
Hai guys kembali lagi, Hallo! Assalamu'alaikum semuanya 🥰
Kali ini saya mau bahas lagi salah satu metode pembelajaran yang inovatif nih, dan pasti cocok banget sebagai inspirasi model pembelajaran bagi para pendidik.
Kali ini kita akan bahas Metode pembelajaran Open Ended, hmm apasih Open Ended itu yuk kita bahas😉✨
Definisi Pembelajaran Open-Ended
Pendekatan Open-ended merupakan salah satu upaya inovasi pendidikan
matematika yang pertama kali dilakukan oleh para ahli pendidikan matematika
Jepang. Pendekatan ini lahir sekitar duapuluh tahun yang lalu dari hasil penelitian
yang dilakukan Shigeru Shimada, Toshio Sawada, Yoshiko Yashimoto, dan
Kenichi Shibuya (Nohda, 2000). Munculnya pendekatan ini sebagai reaksi atas
pendidikan matematika sekolah saat itu yang aktifitas kelasnya disebut dengan
“issei jugyow” (frontal teaching); guru menjelaskan konsep baru di depan kelas
kepada para siswa, kemudian memberikan contoh untuk penyelesaian beberapa
soal.
Menurut Shimada (Marito, Winanda dkk. 2013) model
Open Ended adalah suatu pendekatan pembelajaran yang dimulai dari mengenal
atau menghadapkan siswa pada masalah terbuka. Pembelajaran dilanjutkan
dengan menggunakan banyak jawaban yang benar dari masalah yang diberikan
untuk memberikan pengalaman kepada siswa dalam menemukan sesuatu yang
baru di dalam proses pembelajaran.
Model Open Ended adalah pembelajaran yang menyajikan suatu
permasalahan yang memiliki metode atau penyelesaian yang benar lebih dari satu.
Menurut Suherman (2003:123) problem yang diformulasikan memiliki multi
jawaban yang benar disebut problem tak lengkap atau disebut juga Open Ended
problem atau soal terbuka.
Tujuan dari pembelajaran Open Ended menurut Nohda (Suherman,
2003:124) ialah untuk membantu mengembangkan kegiatan kreatif dan pola pikir
matematik siswa melalui problem posing secara simultan. Dengan kata lain,
kegiatan kreatif dan pola matematik siswa harus dikembangkan semaksimal
mungkin sesuai dengan kemampuan setiap siswa.
Dari beberapa pendapat para ahli di atas dapat penulis simpulkan bahwa
Pendekatan open ended merupakan pendekatan pembelajaran yang menyajikan
suatu permasalahan yang memiliki lebih dari satu jawaban atau solusi dimana
siswa dapat menggunakan berbagai cara untuk mendapatkan jawaban yang benar.
Sehingga open ended dapat memberi kepercayaan kepada siswa untuk
memperoleh pengetahuan/pengalaman menemukan, mengenali, dan
memecahkan masalah dengan beberapa teknik atau cara tertentu.
Tahapan Pembelajaran Open-Ended
Tahapan Strategi pembelajaran Open Ended yaitu (Sohimin, 2014:111-
112):
a. Persiapan
Sebelum memulai proses belajar mengajar guru harus membuat satuan
rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP), membuat pertanyaan Open-Ended
Problems.
b. Pelaksanaan, Terdiri dari :
1) Pendahuluan, yaitu siswa menyimak motivasi yang diberikan oleh guru
bahwa yang akan dipelajari berkaitan atau bermanfaat bagi kehidupan sehari-
hari sehingga mereka semangat dalam belajar, kemudian siswa menanggapi
apresisasi yang dilakukan oleh guru agar diketahui pengetahuan awal mereka
terhadap konsep-konsep yang akan dipelajari.
2) Kegiatan inti, yaitu pelaksanaan pembelajaran dengan langkah-langkah
berikut.
a) Siswa membentuk kelompok yang terdiri dari lima orang.
b) Siswa mendapatkan pertanyaan open-ended.
c) Siswa berdiskusi bersama kelompok mereka masing-masing mengenai penyelesaian dari pertanyaan open ended yang telah diberikan oleh
guru.
d) Setiap kelompok siswa melalui perwakilanya, mengemukakan pendapat atau solusi yang ditawarkan kelompoknya secara bergantian.
e) Siswa atau kelompok kemudian menganalisis jawaban-jawaban yang telah dikemukakan, mana yang benar dan mana yang lebih efektif.
3) Kegiatan Akhir, yaitu siswa menyimpulkan apa yang telah dipelajari kemudian kesimpulan tersebut disempurnakan oleh guru.
c. Evaluasi
Setelah berakhirnya KBM, siswa mendapatkan tugas perorangan atau ulangan harian yang berisi pertanyaan open ended yang merupakan evaluasi yang diberikan oleh guru.
Setelah kita bahas definisi, yuk kita bahas kelebihan dan kelemahannya juga😉✨
Kelebihan dan Kelemahan Open-Ended
Menurut Suherman, dkk (2003) pembelajaran open ended, sebagai berikut:
a. Kelebihan Pembelajaran Open Ended
1) Siswa berpartisipasi lebih aktif dalam pembelajaran dan sering
mengekspresikan idenya.
2) Siswa memiliki kesempatan matematika secara komprehensip.
3) Siswa dengan keterampilan dan kemampuan matematika yang rendah
dapat merespon permasalahan dengan cara mereka sendiri.
4) Siswa dapat termotivasi untuk memberikan bukti atau penjelasan.
5) Siswa memiliki pengalaman untuk menemukan sesuatu dalam
menjawab permasalahan.
b. Kekurangan Pembelajaran Open Ended
1) Membuat dan menyiapkan masalah matematika yang bermakna bagi
siswa bukanlah pekerjaan yang mudah.
2) Mengemukakan masalah yang langsung dipahami siswa sangat sulit,
sehingga banyak siswa yang mengalami kesulitan bagaimana merespon
permasalahan yang diberikan.
3) Siswa dengan kemampuan tinggi bisa merasa ragu atau mencemaskan
jaban mereka.
4) Mungkin ada sebagian siswa yang merasa bahwa kegiatan belajar
mereka tidak menyenangkan karena kesulitan yang mereka hadapi.
Setelah mengetahui kelebihan maupun kelemahan dari open ended, bagaimana sih penerapaan pembelajarannya? Kuyy kita bahas😉✨
Penerapan Pembelajaran Open-Ended
Pendekatan Open-Ended dapat diterapkan dalam mata pelajaran
Matematika bab Bangun Ruang Sisi Datar. Berikut langkah- langkahnya:
1. Tahap perencanaan: guru menentukan kompetensi dasar, indikator dan hasil
belajar; Contoh :
- Kompetensi Dasar : membandingkan dan menentukan luas permukaan
dan volume bangun ruang sisi datar.
- Indikator :
1. Menentukan rumus luas permukaan bangun ruang sisi datar
2. Menentukan rumus volume bangun ruang sisi datar
3. Menghitung rumus luas permukaan bangun rung sisi datar
4. Menghitung rumus volume bangun ruang sisi datar
5. Menyelesaikan masalah yang melibatkan bangun ruang sisi datar.
- Hasil belajar :
1. Peserta didik dapat menentukan rumus luas permukaan bangun
ruang sisi datar
2. Peserta didik dapat menentukan rumus volume bangun ruang sisi
datar
3. Peserta didik dapat menyelesaikan masalah yang melibatkan bangun
ruang sisi datar.
2. Tahap pelaksanaan : guru menyampaikan materi secara umum yang harus
dikuasai oleh peserta didik. Kemudian, dilanjutkan proses pendalaman
materi yang sudah diberikan.
Contoh :
1. Pada pertemuan sebelumnya, peserta didik sudah dibagi menjadi 3
kelompok dan masing-masing kelompok diberi tugas untuk menemukan
rumus Volume tabung dengan menggunakan pecahan.
Contoh soal :
Sebuah tabung memiliki diameter 28 cm dan tinggi 5 cm. Berapa volume
tabung tersebut?
Penyelesaian 1 :
V = luas tabung x t
V = π x (d : 2)² x t
V = 22/7 x (28 : 2)² x 5
V = 22/7 x 14² x 5
V = 22/7 x 196 x 5
V = 616 x 5
V = 3.080 cm³
Jadi, volume tabung tersebut adalah 3.080 cm³.
Penyelesain 2 :
Diket : d = 28 => r = 14
V = luas tabung x t
V = π x r² x t
V = 22/7 x 14² x 5
V = 22/7 x 196 x 5
V = 616 x 5
V = 3.080 cm³
Jadi, volume tabung tersebut adalah 3.080 cm³.
Penyelesain 3 :
Diket : d = 28 => r = 14
V = luas tabung x t
V = π x r x r x t
V = 3,14 x 14 x 14 x 5
V = 3,14 x 196 x 5
V = 3.077,2 cm³
Jadi, volume tabung tersebut adalah 3.077,2 cm³.
Pada pertemuan selanjutnya, masing-masing kelompok menjelaskan hasil
diskusi nya di depan secara bergantian. Setiap kelompok wajib memberikan
satu pertanyaan untuk diberikan kepada kelompok yang sedang
menjelaskan di depan
2. Setelah kelompok selesai menjelaskan, dilanjutkan dengan sesi tanya
jawab
3. Guru memberikan media pembelajaran berupa bangun ruang sisi datar
kepada setiap kelompok
4. Setiap kelompok harus menghitung luas permukaan dan volume bangun
tersebut
5. Setelah pengerjaan selesai, hasil pengerjaan diserahkan kepada guru.
3. Tahap evaluasi : meliputi evaluasi proses dan evaluasi hasil Contoh :
1. Guru memberikan penguatan hasil diskusi bangun ruang sisi datar
2. Masing-masing speserta didik diberikan latihan soal ruang bangun sisi
datar
3. Melakukan evaluasi hasil, apakah pembelajaran telah memenuhi aspek
kognitif (memahami materi bangun ruang sisi datar), aspek afektif
(partisipasi peserta didik dalam pembelajaran), dan aspek psikomotor
(sikap peserta didik ketika pembelajaran) Melakukan evaluasi proses,
apakah pembelajaran yang berlangsung sudah sesuai dengan rencana
pembelajaran.
Untuk selanjutnya kita bahas pertanyaan" Yang mungkin ada dibenak kalian juga yaa😉✨
•••Dari semua penjelasan ini apa si ciri-ciri khusus tentang Pembelajaran Open Ended ini? 🤔
>>Pembelajaran Open Ended ini memiliki ciri khusus yaitu pemberian soal/masalah yang bisa mempunyai banyak jawaban/cara didalamnya😉✨
•••Apakah metode Open ended ini bisa digunakan disegala jenjang pendidikan? 🤔
>>Tentu saja bisa karna Open Ended sendiri tidak terbatas dalam jenjang tertentu😉✨
•••Bagaimana Open Ended ini disebut berhasil? 🤔
>>Open Ended di sebut berhasil jika semua kelompok ikut serta aktif dalam kelompok itu mulai dari berdiskusi atau yang lainnya, dan tentunya disebut berhasil jika hasil belajar dari metode tersebut setiap siswa memiliki skor yang memuaskan untuk guru dan siswa itu sendiri 😉✨
Sumber
Ahmadi dan Amri Sofyan. 2011. PAIKEM GEMBROT ( Pengembangan Pembelajaran Aktif,
Inovatif, Kreatif, Efektif, Menyenangkan, Gembira dan Berbobot. Jakarta : PT Prestasi
Pustakaraya
Arends. 1997. Model-Model Pembelajaran Inovatif berorientasi Konstuktivitis. Jakarta:
Prestasi Pustaka Publisher
Hartono, dkk. 2009. PAIKEM Pembelajaran Aktif Inovatif Kreatif Efektif dan
Menyenangkan, Pekanbaru: Zanafa Publishing
Lestari dan Yudhanegara. 2015. Penelitian Pendidikan Matematika. Bandung : PT. Refika
Aditama.
Trianto. (2007). Model-model Pembelajaran Inovatif berorientasi kontruktivistik. Jakarta:
Prestasi Pustaka: Jakarta
Wiles, J. & Janjuri, A. D. (1989). Curriculum Development A Guide to Practive. Ohio:
Merryi Publishing Company.
Kesimpulannya
Setiap metode pembelajaran memiliki kelebihan, kekurangan, dan karakteristik masing-masing jadi pandai-pandainya guru bisa mencocokkan materi dan model pembelajaran dengan inovatif, kreatif dan menyenangkan sehingga pembelajaran akan terasa lebih menyenangkan, siswa pun ikut aktif dan lebih tertarik untuk menerima pembelajaran, sekian dari saya terima kasih atas segala perhatiannya, mohon maaf atas segala kesalahan tulisan atau yang lainnya.
Sampai jumpa!! Wassalammualaikum 🥰
Comments
Post a Comment