Model pembelajaran Paikem✨
Hallo! Assalamu'alaikum semuanya 🥰
Kali ini saya mau bahas salah satu metode pembelajaran yang inovatif nih, dan pasti cocok banget sebagai inspirasi model pembelajaran bagi para pendidik.
Kita akan membahas tentang PAIKEM, hmm ada yang tahu pasal PAIKEM? 🤔 kita bahas lebih lanjut ya, mulai dari definisi sendiri PAIKEM adalah pembelajaran aktif, inovatif, kreatif, efektif dan menyenangkan.
Bagaimana PAIKEM bisa dikatakan inovatif dan efektif jika diterapkan di pembelajaran? Kita simak ciri-cirinya yuk!!
Ciri-ciri PAIKEM
1. Aktif
Aktif dalam PAIKEM berarti dalam proses pembelajaran peserta didik
tersebut mampu berinteraksi secara aktif dengan lingkungan dan aktif
dalam proses penerimaan materi yang disampaikan.
2. Inovatif
Pembelajaran inovatif merupakan proses pembelajaran yang
mendorong guru dan peserta didik menciptakan, mengkreasi, menginovasi
pembelajaran. Inovatif ini bertujuan untuk melatih dan menghasilkan
pemikiran yang matang serta mampu memahami secara mendalam materi
yang disampaikan.
3. Kreatif
Kreatif dalam PAIKEM artinya pembelajaran yang membangun
kreativitas peserta didik dalam berinteraksi dengan lingkungan, bahan ajar
serta sesama peserta didik lainnya terutama dalam menyelasaikan tugas-
tugas pembelajarannya. Guru harus kreatif dalam menciptakan kondisi
pembelajaran yang mampu memacu semangat peserta didik dalam belajar.
4. Efektif
Maksud dari efektif ini adalah pembelajaran yang aktif, kreatif, dan
menyenangkan dapat meningkatkan efektivitas pembelajaran, yang pada
akhirnya dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik.
5. Menyenangkan
Pembelajaran dirancang untuk menciptakan suasana yang
menyenangkan. Peserta didik tidak merasa takut atau terbebani dengan
proses belajar. Sehingga peserta didik mampu memusatkan perhatiannya
secara penuh pada pembelajaran dan akan berpengaruh pada hasil akhir
belajar peserta didik.
•••Apakah bisa disebut efektif jika PAIKEM hanya menganut beberapa ciri-ciri saja? 🤔
>> Tentu tidak ya kawan" Karna PAIKEM sendiri ciri-cirinya saling keterkaitan jadi jikalau ada satu ciri-ciri yang miss bisa dikatakan kurang efektif. 😉
•••Tapi jika sudah memenuhi ciri-cirinya dan dalam pelaksanaan tidak semuanya tercapai apakah bisa disebut PAIKEM? 🤔
>>Tentu penyebutannya tetap PAIKEM ya kawan" tapi harus dikenakan evaluasi lebih lanjut terkait dengan tidak tercapainya beberapa ciri-ciri bisa jadi dari materi yang kurang cocok, siswa yang kurang aktif, atau guru yang sebagai fasilitator kurang memanage kelas dan situasi saat pembelajaran berlangsung. 😉
Hmm kalau sudah mengenal ciri-cirinya, bagaimana akan tahapan-tahapan pembelajarannya ya? 🤔 Okeii mari kita bahas.
Menurut Prabowo (dikutip Ahmadi dan Amri, 2011a:33) mengemukakan bahwa ada 3
langkah-langkah model pembelajaran PAIKEM yaitu:
1. Tahap perencanaan : guru menentukan kompetensi dasar, indikator dan hasil
belajar.
2. Tahap pelaksanaan: guru menyampaikan konsep pokok yang harus dikuasai
peserta didik kemudian dilanjutkan proses pendalaman materi yang sudah
diberikan.
3. Tahap evaluasi : meliputi evaluasi proses dan evaluasi hasil
Kalau sudah seperti ini disetiap model pembelajaran pasti ada plus minusnya, atau kelebihan dan kekurangannya, untuk PAIKEM sendiri juga memiliki beberapa kelebihan dan kekurangan, yaitu :
KELEBIHAN
1. Mendorong peserta didik untuk berpikir dan menghasilkan karya yang
kreatif dan imajinatif
2. Peserta didik semakin termotivasi dan semangat dalam belajar karena
model pembelajaran yang bervariasi
3. Suasana pembelajaran akan menyenangkan karena keaktifan guru dan
peserta didik
4. Mendorong peserta didik untuk berinteraksi dengan lingkungan secara
baik
5. Peserta didik dapat mengembangkan potensi yang ada di dalam
dirinya.
KEKURANGAN
1. Dalam penerapannya PAIKEM membutuhkan waktu yang lama
2. Guru dituntut untuk mengembangkan kreativitas sehingga mampu
melaksanakan model PAIKEM dengan baik
3. Tidak semua peserta didik mampu menerima dengan baik mengenai
materi yang disampaikan dengan model PAIKEM
4. Guru harus menguasai manajemen kelas dengan baik, sehingga
suasana kelas tetap kondusif dan menyenangkan
5. Dalam pelaksanaan PAIKEM membutuhkan dana yang lebih besar
dibandingkan model pembelajaran lainnnya.
•••Nah kalau menggunakan PAIKEM apa harus lama ya? 🤔
>>Tentu sesuai kondisi ya kawan, karna setiap guru yang sebagai fasilitator memiliki akses lebih untuk mengatur kondisi dikelas jadi semakin guru dapat menghadle kelas semakin efektif pula waktu yang dipergunakan 😉
•••Apa harus berkelompok untuk menggunakan model pembelajaran PAIKEM? 🤔
>>Tentu tidak, karna PAIKEM sendiri tidak mengharuskan penggunaan secara kelompok, tapi jika ingin efesiensi waktu dan ingin menjadikan siswa lebih aktif dalam sosialisasi bisa menggunakan kelompok ya😉
•••Bagaimana nih jika siswa yang terlibat beberapa ada yang pasif dalam bersosialisasi? 🤔
>> Tentu sebagai guru (fasilitator) seharusnya memberikan motivasi dan apresiasi setiap evaluasi karna siswa juga butuh dihargai usahanya, perlu lagi guru menciptakan suasana yang kondusif, inovatif, dan kreatif agar setiap siswa semakin aktif untuk menerima pembelajaran 😉
Adapun contoh pelaksanaan Model PAIKEM ini di pembelajaran matematika, yaitu :
PAIKEM merupakan model pembelajaran yang dapat diterapkan dalam berbagai mata
pelajaran, salah satunya adalah mata pelajaran Matematika. PAIKEM dapat diterapkan
dalam mata pelajaran Matematika bab Bangun Ruang Sisi Datar. Berikut langkah-
langkahnya:
1. Tahap perencanaan: guru menentukan kompetensi dasar, indikator dan hasil belajar;
Contoh :
- Kompetensi Dasar : membandingkan dan menentukan luas permukaan dan
volume bangun ruang sisi datar.
- Indikator :
1. Menentukan rumus luas permukaan bangun ruang sisi datar
2. Menentukan rumus volume bangun ruang sisi datar
3. Menghitung rumus luas permukaan bangun rung sisi datar
4. Menghitung rumus volume bangun ruang sisi datar
5. Menyelesaikan masalah yang melibatkan bangun ruang sisi datar.
- Hasil belajar :
1. Peserta didik dapat menentukan rumus luas permukaan bangun ruang sisi
datar
2. Peserta didik dapat menentukan rumus volume bangun ruang sisi datar
3. Peserta didik dapat menghitung rumus luas permukaan bangun rung sisi
datar
4. Peserta didik dapat menghitung rumus volume bangun ruang sisi datar
5. Peserta didik dapat menyelesaikan masalah yang melibatkan bangun ruang
sisi datar.
2. Tahap pelaksanaan : guru menyampaikan materi secara umum yang harus dikuasai
oleh peserta didik. Kemudian, dilanjutkan proses pendalaman materi yang sudah
diberikan.
Contoh :
1. Pada pertemuan sebelumnya, peserta didik sudah dibagi menjadi 4
kelompok dan masing-masing kelompok diberi tugas untuk menemukan
rumus luas permukaan dan volume sesuai dengan bangun ruang sisi datar
yang diberikan
2. Pada pertemuan selanjutnya, masing-masing kelompok menjelaskan hasil
diskusi nya di depan secara bergantian. Setiap kelompok wajib
memberikan satu pertanyaan untuk diberikan kepada kelompok yang
sedang menjelaskan di depan
3. Setelah kelompok selesai menjelaskan, dilanjutkan dengan sesi tanya
jawab
4. Guru memberikan media pembelajaran berupa bangun ruang sisi datar
kepada setiap kelompok
5. Setiap kelompok harus menghitung luas permukaan dan volume bangun
tersebut
6. Setelah pengerjaan selesai, hasil pengerjaan diserahkan kepada guru.
3. Tahap evaluasi : meliputi evaluasi proses dan evaluasi hasil
Contoh :
1. Guru memberikan penguatan hasil diskusi bangun ruang sisi datar
2. Masing-masing speserta didik diberikan latihan soal ruang bangun sisi datar
3. Melakukan evaluasi hasil, apakah pembelajaran telah memenuhi aspek kognitif
(memahami materi bangun ruang sisi datar), aspek afektif (partisipasi peserta
didik dalam pembelajaran), dan aspek psikomotor (sikap peserta didik ketika
pembelajaran)
4. Melakukan evaluasi proses, apakah pembelajaran yang berlangsung sudah sesuai
dengan rencana pembelajaran.
Sumber
Ahmadi dan Amri Sofyan. 2011. PAIKEM GEMBROT ( Pengembangan Pembelajaran Aktif,
Inovatif, Kreatif, Efektif, Menyenangkan, Gembira dan Berbobot. Jakarta : PT Prestasi
Pustakaraya
Arends. 1997. Model-Model Pembelajaran Inovatif berorientasi Konstuktivitis. Jakarta:
Prestasi Pustaka Publisher
Hartono, dkk. 2009. PAIKEM Pembelajaran Aktif Inovatif Kreatif Efektif dan
Menyenangkan, Pekanbaru: Zanafa Publishing
Lestari dan Yudhanegara. 2015. Penelitian Pendidikan Matematika. Bandung : PT. Refika
Aditama.
Trianto. (2007). Model-model Pembelajaran Inovatif berorientasi kontruktivistik. Jakarta:
Prestasi Pustaka: Jakarta
Wiles, J. & Janjuri, A. D. (1989). Curriculum Development A Guide to Practive. Ohio:
Merryi Publishing Company.
Kesimpulannya
Setiap metode pembelajaran memiliki kelebihan, kekurangan, dan karakteristik masing-masing jadi pandai-pandainya guru bisa mencocokkan materi dan model pembelajaran dengan inovatif, kreatif dan menyenangkan sehingga pembelajaran akan terasa lebih menyenangkan, siswa pun ikut aktif dan lebih tertarik untuk menerima pembelajaran, sekian dari saya terima kasih atas segala perhatiannya, mohon maaf atas segala kesalahan tulisan atau yang lainnya.
Sampai jumpa!! Wassalammualaikum 🥰
Comments
Post a Comment