Model Pembelajaran Problem Posing✨
Hai guys kembali lagi, Hallo! Assalamu'alaikum semuanya 🥰
Kali ini saya mau bahas lagi salah satu metode pembelajaran yang inovatif nih, dan pasti cocok banget sebagai inspirasi model pembelajaran bagi para pendidik.
Kali ini kita akan bahas Metode pembelajaran Problem posing, hmm apasih problem posing itu yuk kita bahas😉✨
Definisi Problem Posing
Problem Posing adalah Istilah dalam bahasa Inggris yaitu dari kata “Problem” artinya Masalah, Soal atau persoalan, dan kata “Pose” yang artinya Mengajukan. Problem Posing dapat diartikan sebagai pengajuan soal atau pengajuan masalah. Jadi Model Pembelajaran Problem Posing adalah suatu model pembelajaran yang mewajibkan para peserta didik untuk mengajukan soal sendiri melalui belajar soal atau berlatih soal secara mandiri.
Dari pendapat Elena Stoyanova dan Nerida F. Ellerton diatas dapat dipahami bahwa problem posing adalah proses merekonstruksi sendiri soal baru dari soal lama dengan setting lingkungan.
Dari beberapa pendapat diatas dapat disimpulkan bahwa problem posing adalah aktivitas memodifikasi soal yang baru dari gabungan antara pengetahuan basis yang diketahui/soal lama dan keadaan nyata yang dialami siswa/cerita, gambar.
Dari definisi diatas pasti sedikit paham nih tentang problem posing, okey selanjutnya kita bahas Model dan ciri-ciri nya juga cekidot,😉✨
Model Pembelajaran Problem Posing
Silver dan Cai (dalam Ali Mahmudi, 2008: 4) mengklasifika sikan tiga aktivitas
koginitif dalam problem posing yang dalam penerapannya ketiga model tersebut
mempunyai langkah – langkah pembelajaran yang sama. Pemilihan tipe -tipe itu
dapat didasarkan pada hasil belajar siswa, atau tingkat berpikir siswa.Dibawah ini akan diuraikan masing - masing tipe tersebut.
1. Problem Posing tipe Post Solution Posing Strategi ini juga disebut sebagai
strategi “find a more challenging problem”. Problem Posing tipe Post Solution
Posing yaitu merumuskan atau membuat soal sejenis dari situasi yang
diberikan. Siswa akan dilatih kemampuannya untuk menyusun soal sendiri,
selanjutnya soal atau permasalahan tersebut diselesaikan sendiri sesuai
dengan contoh-contoh yang diberikan oleh guru. Contoh Challenge problem,
contoh soal volume bola -> tapi dimodifikasi siswa menjadi mencari volume bola
yang diletakkan pada kubus.
2. Problem Posing tipe Within Solution Posing Dalam tipe ini siswa membuat
formulasi soal yang sedang diselesaikan untuk menyederhanakan dari soal
yang sedang diselesaikan, Jadi siswa memecah pertanyaan tunggal dari guru
menjadi sub - sub pertanyaan yang relevan dengan pertanyaan guru.
Contoh soal himpunan bilangan bulat ≤20 -> siswa memecah pernyataan soal
dari guru menjadi contoh soal himpunan bilangan bulat ≤20 (hanya bilangan
genap) .
3. Problem Posing tipe Pre - Solution Posing Siswa membuat pertanyaan dan
jawaban berdasarkan pernyataan yang dibuat oleh guru. Jadi, yang diketahui
pada soal itu dibuat guru, sedangkan siswa membuat pertanyaan dan
jawabannya sendiri. Contoh pernyataan guru tentang bangun datar segi empat
dengan berbagai macam ukuran panjang -> siswa membuat pertanyaan pasal
bangun datar segi empat contoh persegi dengan panjang sisi sesuai dengan
ukuran panjang yang guru berikan dan dijawab juga
Ciri-ciri Problem Posing
Thobroni dan Mustofa (2012: 350) menyatakan bahwa pembelajaran
problem posing memiliki ciri-ciri sebagai berikut.
1. Guru belajar dari murid dan murid belajar dari guru
2. Guru menjadi rekan murid yang melibatkan diri dan menstimulasi daya
pemikiran kritis murid-muridnya serta mereka saling memanusiakan.
3. Manusia dapat mengembangkan kemampuannya untuk mengerti secara
kritis dirinya dan dunia tempat ia berada.
4. Pembelajaran problem posing senantiasa membuka rahasia realita yang menantang manusia kemudian menuntut suatu tanggapan terhadap tantangan tersebut
Wah emang setiap metode pembelajaran juga memiliki kelebihan dan kelemahannya loh, yuk kita simak✨
Kelebihan dan Kelemahan Problem Posing
Setiap model pembelajaran pasti ada kelebihan dan kekurangannya.
Thobroni dan Mustofa (2012: 349) mengemukakan bahwa kelebihan metode
problem posing adalah :
1. Mendidik murid berfikir kritis
2. Siswa aktif dalam pembelajaran
3. Belajar menganalisis suatu masalah
4. Mendidik anak percaya pada diri sendiri.
Menurut Norman dan Bakar (2011) menguraikan bahwa kelebihan
model problem posing adalah:
1. Kemampuan memecahkan masalah/ mampu mencari berbagai jalan
dari suatu kesulitan yang dihadapi
2. Mengembangkan pengetahuan dan pemahaman siswa / terampil
menyelesaikan soal tentang materi yang diajarkan.
3. Mengetahui proses bagaimana cara siswa memecahkan masalah
4. Meningkatkan kemampuan mengajukan soal dan sikap yang positif
terhadap materi pembelajaran.
Sejalan kedua pendapat diatas bahwa kelebihan model pembelajaran
problem posing yaitu :
1. Siswa aktif dalam kegiatan pembelajaran
2. Minat yang positif terhadap materi pembelajaran
3. Membantu siswa untuk melihat permasalahan yang ada sehingga
meningkatkan kemampuan menyelesaikan masalah
4. Memunculkan ide yang kreatif dalam mengajukan soal
5. Mengetahui proses bagaimana cara siswa memecahkan masalah.
Kekurangan model problem posing yaitu :
1. Pembelajaran model problem posing membutuhkan waktu yang
lama
2. Agar perlaksanaan kegiatan dalam membuat soal dapat dilakukan dengan baik perlu ditunjang oleh buku-buku yang dapat
dijadikan pemahaman dalam kegiatan belajar terutama membuat soal.
Setelah bahas kelebihan dan kelemahan ga afdol dong kalau belum bahas langkah"nya yuk simak😉✨
Langkah - langkah pembelajaran Problem Posing
Penerapan suatu model pembelajaran harus memiliki langkah-langkah yang jelas,
hal tersebut sangat berpengaruh terhadap kinerja guru dan aktivitas yang dilakukan
siswa. Amri (2013 :13) menyatakan bahwa langkah-langkah model pembelajaran
problem posing yaitu :
1. Guru menjelaskan materi pelajaran, alat peraga yang disarankan
2. Memberikan latihan soal secukupnya
3. Siswa mengajukan soal yang menantang dan dapat menyelesaikan. Ini dilakukan
dengan kelompok
4. Pertemuan berikutnya guru meminta siswa menyajikan soal temuan di depan
kelas.
5. Guru memberikan tugas rumah secara individual.
Selanjutnya, Saminanto (Maulina, 2013: 20-21) menyatakan bahwa langkah-
langkah model pembelajaran problem posing adalah :
1) Guru menjelaskan materi pelajaran menggunakan alat peraga,
2) Guru memberikan latihan soal,
3) Siswa diminta mengajukan soal,
4) Secara acak, guru meminta siswa untuk menyajikan soal temuannya di depan
kelas, dan
5) Guru memberi tugas rumah secara individu.
Langkah-langkah penerapan model problem posing yang dikemukakan oleh Amri
dan Saminanto, sejalan dengan pendapat Thobroni dan Mustofa (2012: 351) yang
menyatakah bahwa :
1. Guru menjelaskan materi pelajaran kepada siswa menggunakan alat peraga
untuk memfasilitasi siswa dalam mengajukan pertanyaan,
2. Siswa diminta untuk mengajukan pertanyaan secara berkelompok,
3. Siswa saling menukarkan soal yang telah diajukan,
4. Kemudian menjawab soal-soal tersebut dengan berkelompok.
Dari pendapat-pendapat tersebut dapat disimpulkan, langkah-langkah penerapan
pendekatan problem posing dalam pembelajaran matematika adalah sebagai berikut:
1) Guru menyajikan informasi atau situasi kepada siswa dengan menggunakan
gambar, benda manipulatif, permainan, teorema atau konsep, alat peraga, soal,
atau selesaian dari suatu soal.
2) Siswa mencatat hal-hal yang telah diketahui dari situasi atau informasi yang telah
diberikan.
3) Guru mengintruksikan agar siswa dapat membuat soal dari materi yang telah
diberikan,
4) Siswa membuat pertanyaan atau soal dengan menggali konsep dari hal-hal yang
telah diketahui.
5) Siswa menganalisis pertanyaan atau soal yang telah dibuat dan memprediksi solusi
dari soal tersebut.
6) Siswa mendiskusikan hasil pekerjaannya dengan siswa yang lain.
Setelah langkah" Emang bisa ya diaplikasikan pada mata pelajaran matematika, yang penasaran yuk kita bahas😉✨
Pengaplikasian Pembelajaran Problem Posing ke Matematika
Problem Posing dalam Matematika ini adalah Suatu model pembelajaran Matematika yang menekankan pada perumusan soal, yang dapat mengembangkan kemampuan berfikir Matematis. Problem Posing sejalan dengan kurukulum Matematika karena terdapat inti dari aktifitas matematis yaitu siswa membangun sendiri masalahnya. Oleh karena itu, Problem Posing dapat menjadi salah satu alternatif untuk mengembangkan berfikir Matematis atau pola pikir Matematis.
Problem Posing untuk Menilai Hasil Belajar Matematika
( Dr. Ali Mahmudi
Jurusan Pendidikan Matematika FMIPA UNY Yogyakarta )
Berikut adalah contoh tugas problem posing yang dapat diberikan kepada siswa.
Misalkan grafik berikut menunjukkan persentase banyaknya keluarga di kota Yogya
yang memiliki sepeda motor dan mobil dari tahun 1997.
Susunlah sebanyak mungkin pertanyaan berdasarkan informasi pada grafik di atas.
Beberapa pertanyaan yang mungkin dapat dibuat siswa adalah sebagai berikut.
a. Soal dengan kompleksitas rendah
Berapa persen banyaknya keluarga di kota Yogya yang memiliki mobil pada tahun
2000?
b. Soal dengan kompleksitas sedang
Bandingkan gradien dua garis tersebut. Garis manakah yang mempunyai gradien
lebih besar? Apakah makna gradien dalam hal ini? Jelaskan jawabanmu.
c. Soal dengan kompleksitas tinggi
-Pada tahun 1997, sebanyak 42% keluarga di kota Yogya memiliki sepeda
motor. Banyaknya keluarga yang memiliki sepeda motor meningkat 6% tiap tahun.
Jika kecenderungan ini berlanjut, pada tahun berapakah, sebanyak 90% keluarga
di kota Yogya akan memiliki sepeda motor?
- Persamaan y = x + 12 menyatakan persentase banyaknya keluarga (y) yang
memiliki mobil pada tahun ke-x setelah tahun 1997. Dengan
Persamaan tersebut, pada tahun berapakah sebanyak 52% keluarga di kota Yogya
akan memiliki mobil?
Untuk selanjutnya kita bahas pertanyaan" Yang mungkin ada dibenak kalian juga yaa😉✨
•••Apakah metode Problem Posing ini bisa digunakan disegala jenjang pendidikan? 🤔
>>Tentu saja, tapi disarankan untuk jenjang pendidikan yang dimana siswanya sudah mulai untuk berpikir kritis, seperti jenjang kelas 4,5,6 SD atau SMP keatas 😉✨
•••Keefektifan Problem Posing sendiri bisa dilihat dari mananya ya? 🤔
>>Keefektifan metode ini bisa dilihat dari berbagai hal, mulai dari keaktifan siswa dalam pembiatan soal, penyampaian argumentasi saat diskusi, dan nilai siswa pada materi yang digunakan dikatakan memuaskan 😉✨
•••Problem posing sendiri paling cocok dimateri pembelajaran yang mana ya? 🤔
>>Problem posing sangat cocok untuk semua materi yang berhubungan dengan siswa yang dituntut berfikir kritis dan analisis karna metode ini berpusat langsung pada siswa itu sendiri 😉✨
Sumber
Brown dan Walter.1993.Problem Posing : Reflections and Aplications.New
Jersey:Lawrence Erlbaum Associates Publishers.
Abdussakir. 2009. Pembelajaran Matematika dengan Problem Posing [online]. Tersedia:
http://abdussakir.wordpress.com/2009/02/13/ pembelajaran-matematika-dengan-problem-
posing. [20 Maret 2015]
Ilana Lavy and Atara Shriki. 2007. Problem Posing as A Means for Developing Mathematical
Knowledge of Prospective Teachers [online]. Tersedia: http://google.com. [21 Maret 2015].
Ken Clements & Christine Keitel. 1996. International handbook of mathematics education,
Part 2. Netherland: Kluwer Academik Publisher.
Muhammad, F.A. ---. Problem Possing [online]. Tersedia: http://muhfida.com/problem-
posing/. [21 Maret 2015]
Phylips Whitin.. Promoting Problem Solving Exploration. In Teaching Children Mathematics,
NCTM 2004 [online]. Tersedia: http://www.ceefcares.org/flyers/promotingproblem
posingperimeter.pdf. [22 Maret 2015].
Setiawan. 2004. Pembelajaran Trigonometri Berorientasi PAKEM di SMA. Paket
Pembinaan Penataran. Pusat Pengembangan Penataran Guru Pendidikan Matematika,
Yogyakrta: Departemen Pendidikan Nasional.
Sutisna Wijaya. 2010. Kelebihan dan Kelemahan Pembelajaran dengan Pendekatan
Problem Posing [online]. Tersedia: http://sutisna.com/artikel/kependidikan/kelebihan-dan-
kelemahan-pembelajaran-dengan-pendekatan-problem-posing/. [22 Maret 2015].
Suyitno. 2004. Model Pembelajaran Problem Posing [online]. Tersedia:
http://www.sekolahdasar.net/2011/08/model-pembelajaran-problem-possing.html. [16
April 2015]
Kesimpulannya
Setiap metode pembelajaran memiliki kelebihan, kekurangan, dan karakteristik masing-masing jadi pandai-pandainya guru bisa mencocokkan materi dan model pembelajaran dengan inovatif, kreatif dan menyenangkan sehingga pembelajaran akan terasa lebih menyenangkan, siswa pun ikut aktif dan lebih tertarik untuk menerima pembelajaran, sekian dari saya terima kasih atas segala perhatiannya, mohon maaf atas segala kesalahan tulisan atau yang lainnya.
Sampai jumpa!! Wassalammualaikum 🥰
Comments
Post a Comment