Model Pembelajaran Berbasis Proyek✨
Teori Pendukung Model Pembelajaran Berbasis
Proyek
Joel L Klein et. al (2009) menjelaskan bahwa
pembelajaran berbasis proyek adalah strategi pembelajaran yang memberdayakan
siswa untuk memperoleh pengetahuan dan pemahaman baru berdasar pengalamannya melalui
berbagai presentasi. Adapun karakteristik pembelajaran berbasis proyek adalah
siswa menyelidiki ide-ide penting dan bertanya, siswa menemukan pemahaman dalam
proses menyelidiki, sesuai dengan
kebutuhan dan minatnya, menghasilkan produk dan berpikir kreatif, kritis dan
terampil menyelidiki, menyimpulkan
materi, serta menghubungkan dengan
masalah dunia nyata, otentik dan isu-isu. Sedangkan Olson(1993) menjelaskan bahwa dalam pembelajaran
berbasis proyek, siswa merencanakan dan
melaksanakan penyelidikan terhadap
beberapa topik atau tema yang menggunakan lintas mata pelajaran atau lintas materi. Dari The National
Council of Teachers of Mathematics (NCTM)
Principles and Standards for
School Mathematics (2000) menjelaskan
bahwa bahwa pembelajaran berbasis proyek mempunyai ciri-ciri bahwa siswa dapat
memilih topik dan / atau proyek presentasi/produk, menghasilkan produk akhir
misal presentasi, rekomendasi untuk
memecahkan masalah yang terkait dengan dunia nyata, melibatkan berbagai
disiplin ilmu, bervariasi dalam durasi waktu,
menampilkan guru dalam peran fasilitator. Pada materi pelatihan guru
implementasi kurikulum 2013 untuk Matematika SMP/MTs yang diterbitkan oleh
BPSDMPK dan PMP tahun 2013 menjelaskan bahwa pembelajaran berbasis proyek
adalah metode pembelajaran yang menggunakan proyek/kegiatan sebagai media.
Peserta didik melakukan eksplorasi, penilaian, interpretasi, sintesis, dan
informasi untuk menghasilkan berbagai bentuk hasil belajar. Pembelajaran
berbasis proyek merupakan metode belajar yang menggunakan masalah sebagai
langkah awal dalam mengumpulkan dan mengintegrasikan pengetahuan baru
berdasarkan pengalamannya dalam
beraktivitas secara nyata. Melalui
pembelajaran berbasis proyek, proses inquiry dimulai dengan memunculkan
pertanyaan penuntun (a guiding question)
dan membimbing peserta didik dalam sebuah proyek kolaboratif yang
mengintegrasikan berbagai subjek (materi) dalam kurikulum. Pada saat pertanyaan
terjawab, secara langsung peserta didik dapat melihat berbagai elemen utama
sekaligus berbagai prinsip dalam sebuah disiplin yang sedang dikajinya.
Pembelajaran berbasis proyek merupakan
investigasi mendalam tentang sebuah topik dunia nyata, hal ini akan berharga
bagi atensi dan usaha peserta didik. Mengingat bahwa masing-masing peserta
didik memiliki gaya belajar yang berbeda, maka pembelajaran berbasis proyek
memberikan kesempatan kepada para peserta didik untuk menggali konten (materi)
dengan menggunakan berbagai cara yang bermakna bagi dirinya, dan melakukan
eksperimen secara kolaboratif.
Berdasarkan pendapat di
atas maka dapat disimpulkan bahwa pembelajaran berbasis proyek adalah model
pembelajaran yang memberikan kesempatan kepada guru untuk mengelola
pembelajaran di kelas dengan melibatkan kerja proyek. Kerja proyek memuat
tugas-tugas yang kompleks berdasarkan permasalahan (problem) sebagai langkah awal dalam mengumpulkan dan
mengintegrasikan pengetahuan baru berdasarkan pengalamannya dalam beraktivitas
secara nyata dan menuntut siswa untuk melakukan kegiatan merancang, memecahkan
masalah, membuat keputusan, melakukan kegiatan investigasi, serta memberikan
kesempatan siswa untuk bekerja secara mandiri maupun kelompok. Hasil akhir dari
kerja proyek tersebut adalah suatu produk yang antara lain berupa laporan
tertulis atau lisan, presentasi atau
rekomendasi.
2.2. Tahapan – Tahapan
Menurut The George Lucas Education
Foundation dan Dopplet, (Kemdikbud,2014:34) dalam melakukan langkah-langkah
Pembelajaran Berbasis Proyek yang mempunyai 6 tahap yaitu :
1.
Penentuan Pertanyaan
Mendasar ( Start With Essential Question )
Pembelajaran dimulai dengan
pertanyaan yang dapat memberi Penugasan siswa dalam melakukan suatu aktivitas. Pertanyaan
disusun dengan mengambil topik yang sesuai dengan realitas dunia nyata dan
dimulai dengan sebuah investigasi mendalam. Pertanyaan yang disusun hendaknya
tidak mudah untuk dijawab dan dapat mengarahkan siswa untuk membuat proyek.
Pertanyaan seperti itu pada umumnya bersifat terbuka (divergen), provokatif,
menantang, membutuhkan keterampilan berpikir tingkat tinggi (high order
thinking), dan terkait dengan kehidupan siswa. Guru berusaha agar topik yang
diangkat relevan untuk para siswa.
2.
Menyusun Perencanaan
Proyek (Design Project)
Perencanaan
dilakukan secara kolaboratif antara guru dan siswa. Dengan demikian siswa
diharapkan akan merasa memiliki atas proyek tersebut. Perencanaan berisi
tentang aturan main, pemilihan kegiatan yang dapat mendukung dalam menjawab
pertanyaan penting, dengan cara mengintegrasikan berbagai materi yang mungkin,
serta mengetahui alat dan bahan yang dapat diakses untuk membantu penyelesaian
proyek.
3.
Menyusun Jadwal
(Create Schedule)
Guru
dan siswa secara kolaboratif menyusun jadwal kegiatan dalam menyelesaikan
proyek. Aktivitas pada tahap ini antara lain: membuat jadwal untuk menyelesaikan
proyek, (2) menentukan waktu akhir penyelesaian proyek, (3) membawa siswa agar
merencanakan cara yang baru, (4) membimbing siswa ketika mereka membuat cara
yang tidak berhubungan dengan proyek, dan (5) meminta siswa untuk membuat
penjelasan (alasan) tentang cara pemilihan waktu. Jadwal yang telah disepakati
harus disetujui bersama agar guru dapat melakukan monitoring kemajuan belajar
dan pengerjaan proyek di luar kelas.
4.
Memantau Siswa dan
Kemajuan Proyek (Monitoring the students and progress of project)
Guru
bertanggung jawab untuk memantau kegiatan siswa selama menyelesaikan proyek.
Pemantauan dilakukan dengan cara memfasilitasi siswa pada setiap proses. Dengan
kata lain guru berperan menjadi mentor bagi aktivitas siswa. Agar mempermudah
proses pemantauan, dibuat sebuah rubrik yang dapat merekam keseluruhan kegiatan
yang penting.
5.
Penilaian Hasil
(Assess the outcome)
Penilaian
dilakukan untuk membantu guru dalam mengukur ketercapaian standar kompetensi,
berperan dalam mengevaluasi kemajuan masing-masing siswa, memberi umpan balik
tentang tingkat pemahaman yang sudah dicapai siswa, membantu guru dalam
menyusun strategi pembelajaran berikutnya.
6.
Evaluasi Pengalaman
(Evaluation the experience)
Pada akhir proses pembelajaran, guru dan siswa melakukan refleksi terhadap kegiatan dan hasil proyek yang sudah dijalankan. Proses refleksi dilakukan baik secara individu maupun kelompok. Pada tahap ini siswa diminta untuk mengungkapkan perasaan dan pengalamannya selama menyelesaikan proyek. Guru dan siswa mengembangkan diskusi dalam rangka memperbaiki kinerja selama proses pembelajaran, sehingga pada akhirnya ditemukan suatu temuan baru (new inquiry) untuk menjawab permasalahan yang diajukan pada tahap pertama pembelajaran.
Kelebihan dan Kekurangan Pembelajaran Berbasis
Proyek
Dalam sebuah
model pembelajaran tentu tidak ada yang sempurna, setiap model pembelajaran
memiliki kelebihan dan kekurangan. Model Pembelajaran berbasis Proyek memiliki
kelebihan dan kekurangan, menurut Moursund, Bielefeldt, & Underwood
(1997) dan juga Anita
(2007: 27) :
A. Kelebihan dari Model Pembelajaran Berbasis Proyek yaitu :
1. .Meningkatkan motivasi.
2. Meningkatkan
kemampuan pemecahan masalah.
3. Meningkatkan kecakapan kolaboratif.
4.Meningkatkan keterampilan mengelola sumber.
B. Kelemahan dari Model Pmbelajaran Berbasis
Proyek :
1. mata pelajaran mempunyai kesulitan tersendiri, yang tidak
dapat selalu dipenuhi di dalam proyek.
2.
untuk memilih proyek yang tepat.
3.
tugas bukan suatu hal yang mudah.
4. Sulitnya mencari sumber-sumber referensi yang sesuai.
Penerapan Model Pembelajaran Berbasis Proyek dalam Mata Pelajaran Matematika
Contoh penerapan
pembelajaran berbasis proyek dalam mata pelajaran matematika untuk siswa kelas
VII khususnya pada materi
Bilangan.
Berdasarkan langkah-langkah pembelajaran
berbasis proyek ada enam langkah seperti berikut ini:
1. Penentuan pertanyaan mendasar
Pertanyaan yang dapat memberikan tugas kepada
siswa dalam melakukan aktivitas. “Temukan barisan bilangan Fibonacci(BBF) dalam alam
sekitar kita, selanjutnya buatlah presentasi terkait BBF dalam bentuk
power point(PPT) atau dalam bentuk mading”
Contohnya lembar kerja
proyek dalam materi statistika:
a. Menentukan
rata-rata berat badan. Terlebih
dahulu siswa membuat kelompok 5-6 orang siswa. Selanjutnya
setiap kelompok melakukan
kegiatan pengukuran dan perhitungan
data sebagai berikut: 1) Setiap
anggota kelompok dan ketua
kelomppok menimbang berat badannya
masing-masing di ruang usaha
kesehatan sekolah (UKS). Masing-masing pengukuran dilakukan dua kali agar lebih akurat. 2) Salah seorang
anggota setiap kelompok mencatat
hasil pengukuran tersebut. 3) Setiap
kelompok berdiskusi untuk menentukan
nilai rata-rata hitung
(mean) berat badan siswa
pada kelompoknya. 4) Setiap
kelompok mempresentasikan hasil
diskusinya di depan kelas. b. Menentukan
nilai modus dan median
dengan mengumpulkan data.
Terlebih dahulu siswa dikelompokkan ke
dalam 4 kelompok. Selanjutnya
setiap kelompok melakukan kegiatan pengumpulan data sebagai berikut :
Ketua kelomppok mengumpulkan data
tentang nomor sepatu yang
dipakai anggotanya, sekretaris
mencatat data tersebut. 2) Setiap
kelompok berdiskusi bagaimana cara
yang praktis untuk menentukan
modus dari data nomor sepatu
siswa tersebut? 3) Setiap
kelompok mempresentasikan hasil
diskusinya di depan kelas.
2. Untuk menyelesaikan tugas proyek tersebut siswa perlu
mendesain(merencanakan)
penyelesaian dari tugas tersebut.
Pada langkah ini dilakukan mendesain
(merencanakan) penyelesaian tugas proyek bersama tim kelompok yang sudah
dibentuk, yang meliputi kegiatan-kegiatan yang harus dilakukan, alokasi waktu,
menyusun jadwal dan pembagian tugas masing-masing anggota kelompok. Jadwal
pelaksanaan proyek pada pertemuan ke-4 dan selama satu minggu setelah pertemuan
ke-4 sebelum pertemuan ke-5 dimana selama satu minggu tersebut siswa berkonsultasi dengan guru tentang
pelaksanaan penyelesaian tugas proyek sedangkan pada pertemuan ke-5 adalah presentasi hasil proyek.
CONTOH
DESAIN(RENCANA) PENYELESAIAN TUGAS PROYEK
|
No |
Deskripsi
Kegiatan |
Petugas
|
||
|
1 |
Mengumpulkan
informasi dari berbagai sumber misal browsing Internet, buku, perpustakaan,
toko buku, dll untuk menemukan barisan
bilangan Fibonacci serta menemukan barisan bilangan Fibonacci yang ada di
alam sekitar atau kehidupan kita |
Semua anggota kelompok |
||
|
2 |
Mencari
atau mengamati atau menyelidiki benda-benda yang ada di alam sekitar atau
kehidupan kita yang mengikuti barisan bilangan Fibonacci |
Semua anggota kelompok |
||
|
3 |
Menulis
catatan serta memfoto atau merekam benda bendabenda yang ada di alam sekitar
atau kehidupan kita yang mengikuti barisan bilangan Fibonacci dengan
menggunakan kamera atau ponsel |
Semua anggota kelompok |
||
|
4 |
Konsultasi guru terkait dengan kegiatan
yang sudah dilakukan |
Semua anggota kelompok |
||
|
5 |
Membuat laporan dalam bentuk paparan atau
presentasi |
Anggota
3 |
dan |
|
|
|
|
anggota
4 |
serta |
|
|
|
|
anggota 5
kelompok |
dari
|
|
|
6 |
Membuat laporan dalam bentuk majalah
dinding |
Anggota
1 |
dan |
|
|
No |
Deskripsi
Kegiatan |
Petugas
|
|
|
|
|
|
anggta 2 kelompok |
dari |
|
|
7 |
Membuat
undangan yang hadir dari kelas lain dan guru lain pada waktu presentasi |
Anggota
1 anggota 2 kelompok |
dan dari |
|
|
8 |
Konsultasi guru terkait dengan kegiatan
yang sudah dilakukan |
Semua anggota kelomp |
ok |
|
|
9 |
Persiapan presentasi(pengecekan
kelas yang akan
digunakan, papan untuk menempelkan majalah dinding, lcd, dll) |
Semua anggota kelompok |
||
|
10 |
Perencanaan presentasi |
Anggota
3 |
dan
|
|
|
|
|
anggota
4 |
dan
|
|
|
|
|
anggota 5
kelompok |
dari |
|
|
11 |
Pelaksanaan presentasi |
Semua anggota kelompok |
|
|
|
12 |
Mencatat komentar dan saran dari teman
teman dan guru |
Semua anggota kelompok |
||
2. Membuat jadwal penyelesaian proyek.
CONTOH
JADWAL PENYELESAIAN
TUGAS PROYEK
|
No |
Tanggal |
Deskripsi Kegiatan |
Petugas
|
Keterangan
|
|
1 |
…. |
Mengumpulkan
informasi dari berbagai sumber misal browsing Internet, buku, perpustakaan,
toko buku, dll untuk menemukan barisan
bilangan Fibonacci serta menemukan |
Semua anggota kelompok |
|
|
No |
Tanggal |
Deskripsi Kegiatan |
Petugas
|
Keterangan
|
|
|
|
barisan bilangan Fibonacci yang ada di alam sekitar atau
kehidupan kita |
|
|
|
2 |
… |
Mencari
atau mengamati atau menyelidiki benda-benda yang ada di alam sekitar atau
kehidupan kita yang mengikuti barisan bilangan Fibonacci |
Semua anggota kelompok |
|
|
3 |
… |
Menulis
catatan serta memfoto atau merekam benda benda-benda yang ada di alam sekitar
atau kehidupan kita yang mengikuti barisan bilangan Fibonacci dengan
menggunakan kamera atau ponsel |
Semua anggota kelompok |
|
|
4 |
… |
Konsultasi guru terkait dengan kegiatan yang sudah
dilakukan |
Semua anggota kelompok |
|
|
5 |
… |
Membuat laporan dalam bentuk paparan atau
presentasi |
Anggota 3 dan anggota 4 serta anggota 5 dari kelompok |
|
|
6 |
… |
Membuat laporan dalam bentuk majalah dinding |
Anggota 1 dan
anggta 2 dari kelompok |
|
|
7 |
… |
Membuat
undangan yang hadir dari kelas lain dan guru lain pada waktu presentasi |
Anggota 1 dan anggota 2
dari kelompok |
|
|
8 |
… |
Konsultasi guru terkait dengan |
Semua |
|
|
No |
Tanggal |
Deskripsi Kegiatan |
Petugas
|
Keterangan
|
|
|
|
kegiatan yang sudah
dilakukan |
anggota kelompok |
|
|
9 |
… |
Persiapan
presentasi(pengecekan kelas yang akan digunakan, papan untuk menempelkan
majalah dinding, lcd, dll) |
Semua anggota kelompok |
|
|
10 |
… |
Perencanaan presentasi |
Anggota 3 dan anggota 4 dan anggota 5 dari kelompok |
|
|
11 |
… |
Pelaksanaan presentasi |
Semua anggota kelompok |
|
|
12 |
… |
Mencatat komentar dan saran dari teman teman dan guru |
Semua anggota kelompok |
|
3. Memonitor siswa dalam pelaksanaan proyek.
Agar memudahkan guru dalam proses
mengamati siswa terkait pelaksanaan proyek perlu dibuat rubrik yang merekam
keseluruhan aktivitas siswa.
|
No |
Kategori |
|
Skor |
|
Keterangan |
|
|
1 |
2 |
3 |
4 |
|||
|
1 |
Persiapan |
|
|
|
|
4=
pembagian tugas anggota kelompok, pembuatan rencana penyelesaian proyek,
pembuatan rencana jadwal, perencanaan persiapan peralatan, pembuatan rencana
undangan pembuatan rencana presentasi |
|
No |
Kategori |
Skor |
Keterangan |
|||
|
1 |
2 |
3 |
4 |
|||
|
|
|
|
|
|
|
sudah lengkap 3 = sebagian besar
sudah ada pembagian tugas anggota kelompok, pembuatan rencana penyelesaian
proyek, perencanaan persiapan peralatan, pembuatan rencana jadwal, pembuatan
rencana undangan pembuatan rencana presentasi secara lengkap 2
= sebagian kecil sudah ada untuk pembagian tugas anggota kelompok, pembuatan
rencana penyelesaian proyek, perencanaan persiapan peralatan, pembuatan
rencana jadwal, pembuatan rencana undangan pembuatan rencana presentasi 1= tidak ada
untuk pembagian tugas anggota
kelompok, pembuatan rencana penyelesaian proyek, perencanaan persiapan
peralatan, pembuatan rencana jadwal, pembuatan rencana undangan pembuatan rencana presentasi secara lengkap |
|
2 |
Pelaksanaan |
|
|
|
|
4 =
item nomer 1, 2, 3 dan 4 pada deskripsi kegiatan pada desain penyelesain
proyek sudah dilaksanakan lengkap 3
= item nomer 1, 2, 3 dan 4 pada deskripsi kegiatan pada desain penyelesain
proyek sebagian besar sudah dilaksanakan 2 =
item nomer 1, 2, 3 dan 4 pada deskripsi kegiatan pada desain penyelesain
proyek |
|
No |
Kategori |
Skor |
Keterangan |
|||
|
1 |
2 |
3 |
4 |
|||
|
|
|
|
|
|
|
sebagian kecil sudah dilaksanakan 1=
item nomer 1, 2, 3 dan 4 pada deskripsi kegiatan pada desain penyelesain
proyek tidak dilaksanakan |
|
3 |
Pembuatan presentasi atau majalah dinding |
|
|
|
|
4= item nomer 5
s.d.12 pada deskripsi kegiatan pada desain penyelesain proyek sudah
dilaksanakan 3
= item nomer 5 s.d.12 pada deskripsi kegiatan pada desain penyelesain proyek
sebagian besar sudah dilaksanakan 2=
item nomer 5 s.d.12 pada deskripsi kegiatan pada desain penyelesain proyek
sebagian kecil sudah dilaksanakan 1=
item nomer 5 s.d.12 pada deskripsi kegiatan pada desain penyelesain proyek
tidak dilaksanakan |
5. hasil
Instrumen penilaian
tugas proyek dengan skala rentang (rating
scale) digunakan seperti berikut ini:
|
No |
Nama Siswa |
|
Aspek yang dinilai |
|
|
Kriteria Penilaian |
|
|
Tahap Persiapan |
Tahap Pelaksanaan |
Tahap Pelaporan |
Skor yang dicapai |
Nilai |
|||
|
1. |
Andi |
4 |
4 |
3 |
11 |
91,6 |
•
Skor 4 = tanpa kesalahan •
Skor 3 = ada sedikit kesalahan •
Skor 2 = ada banyak kesalahan •
Skor 1 = tidak melakukan •
Skor maksimal = 12 • Skor minimal =
4 Jumlah skor dapat
ditransfer ke nilai dengan skala 0
s.d.100 Contoh: Nilai Andi = 11 : 12 × 100 |
|
2. |
Atik |
|
|
|
|
|
|
|
3. |
Yosep |
|
|
|
|
|
|
|
4. |
Made |
|
|
|
|
|
|
|
5. |
Mamat |
|
|
|
|
|
|
|
… |
|
|
|
|
|
|
|
|
… |
|
|
|
|
|
|
|
|
… |
|
|
|
|
|
|
|
|
32. |
Yusup |
|
|
|
|
|
|
|
No |
Nama Siswa |
|
Aspek yang dinilai |
|
|
Kriteria Penilaian = 91,6 |
|
|
Tahap Persiapan |
Tahap Pelaksanaan |
Tahap Pelaporan |
Skor yang dicapai |
Nilai |
|||
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Keterangan:
1) Aspek yang dinilai pada tahap persiapan adalah: persiapan
format-format untuk pengumpulan data secara langsung maupun dengan lembar isian
2) Aspek yang dinilai pada tahap pelaksanaan adalah: proses
pencatatan data, pengelompokan data dan
analisis data.
3) Aspek yang dinilai pada tahap pelaporan adalah: ketepatan isi
laporan dan bentuk sajian laporan.
6. Langkah terakhir adalah mengevaluasi pengalaman
Pada akhir pembelajaran, guru dan siswa
melakukan refleksi terhadap aktivitas dan hasil proyek yang sudah dijalankan.
Proses refleksi dilakukan baik secara individu maupun kelompok.
https://www.academia.edu/19634266/Model_Pembelajaran_Berbasis_Proyek
https://www.kajianpustaka.com/2017/08/model-pembelajaran-berbasis-proyek.html?m=1
Comments
Post a Comment